Desa Jatibaru memiliki potensi sumber daya alam dan ekonomi yang sangat besar dan beragam, yang menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta perdagangan dan jasa.
Sektor pertanian merupakan mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat Desa Jatibaru. Lahan pertanian yang subur dan ketersediaan sumber daya alam yang memadai mendukung produktivitas tanaman pangan dan hortikultura, antara lain:
Padi ± 430 Ha
Sebagai komoditas utama, padi menjadi penopang ketahanan pangan desa dan sumber pendapatan utama petani. Hasil panen padi sebagian besar dipasarkan di wilayah sekitar serta untuk konsumsi lokal.
Jagung ± 152 Ha
Jagung dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan ternak, serta bahan baku industri rumah tangga. Komoditas ini memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pengolahan pascapanen.
Singkong ± 15,70 Ha
Singkong menjadi komoditas alternatif yang bernilai ekonomi, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun sebagai bahan baku olahan seperti keripik dan tepung.
Sayur-sayuran ± 0,5 Ha
Produksi sayuran meliputi berbagai jenis tanaman hortikultura yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat desa serta dijual ke pasar lokal.
Buah-buahan ± 0,25 Ha
Tanaman buah-buahan berpotensi dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan serta mendukung diversifikasi usaha pertanian.
Sektor perkebunan turut memberikan kontribusi penting terhadap perekonomian masyarakat Desa Jatibaru, dengan komoditas unggulan sebagai berikut:
Kakao ± 15 Ha
Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi dikembangkan melalui peningkatan kualitas produksi serta pengolahan hasil.
Karet ± 17 Ha
Karet menjadi sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat, dengan hasil getah yang dipasarkan ke pengepul dan industri pengolahan.
Kelapa ± 3 Ha
Kelapa dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi serta berpotensi dikembangkan menjadi produk turunan seperti minyak kelapa dan olahan pangan lainnya.
Sektor peternakan di Desa Jatibaru berkembang cukup pesat dan menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat, antara lain:
Ayam Kampung ± 220.895 ekor
Ayam kampung dibudidayakan secara tradisional dan semi-intensif, dengan permintaan pasar yang tinggi karena nilai jual dan kualitas dagingnya.
Ayam Ras ± 195.000 ekor
Ayam ras dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan daging dan telur, serta menjadi komoditas unggulan dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi desa.
Sapi ± 1.254 ekor
Peternakan sapi berperan penting sebagai sumber daging dan tabungan ekonomi masyarakat, serta berpotensi dikembangkan melalui program penggemukan dan pembibitan.
Kambing ± 89 ekor
Kambing dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi, keperluan adat, serta sebagai sumber pendapatan tambahan masyarakat.
Sektor perdagangan dan jasa berkembang seiring dengan aktivitas ekonomi masyarakat dan pertumbuhan jumlah penduduk, meliputi:
Pasar Tradisional
Menjadi pusat kegiatan ekonomi desa, tempat transaksi hasil pertanian, peternakan, serta kebutuhan pokok masyarakat.
Toko, Warung, dan Kios
Tersebar di berbagai dusun sebagai sarana pemenuhan kebutuhan sehari-hari serta mendukung perputaran ekonomi lokal.
Jasa Transportasi dan Perdagangan Lokal
Mendukung distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan ke wilayah sekitar, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat di bidang jasa angkutan dan perdagangan.

Kegiatan Pelaksanaan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Desa Jati Baru
15

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun 2025 di Desa Jati Bar
17

Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Waluyorejo dan Totoharjo 1 Tahun 2025 1 sepanjang 180M Tahun 2025
12
Topologi Desa
18
Profil Wilayah Desa
10
Profil Masyrakat Desa
11
Jl. Budi Santoso No.100, Desa Jatibaru, Kec. Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan Tanjung Bintang